Skip to main content

JANJI HATI WANITA JIKA MENJADI ISTERI



Dengan niat ibadah semata-mata mencari Ridha-Nya, ijinkan aku mengungkapkan ketulusan hatiku. Kelak disaat aku sudah menjadi hakmu :

Jika sebagai isterimu aku telah melalaikan kewajibanku dalam bertakwa kepada Allah.
Maka ingatkanlah.

Jika sebagai isterimu aku telah melalaikan kewajibanku dalam rumah tangga.
Maka tegurlah.

Jika sebagai isterimu aku telah berani membantah perintahmu.
Maka lunakkanlah.

Jika sebagai isterimu aku telah banyak menuntut harta dunia.
Maka ingatkanlah tentang akhirat.

Jika sebagai isterimu aku telah banyak berbuat salah.
Maka perbaikilah.

Jika sebagai isterimu aku telah banyak kufur atas pemberianmu.
Maka ajarkanlah bersyukur.

Jika sebagai isterimu aku telah banyak keluar rumah tanpa izinmu.
Maka jadikanlah rumah sebagai surga kita.

Jika sebagai isterimu aku telah mulai tidak setia.
Maka sayangilah dengan hatimu.

Jika sebagai isterimu aku telah banyak khilaf.
Maka tuntunlah ke jalan yang benar.

Aku tak mau hubungan halal kita akan menjerumuskanku ke jurang murka-Nya.
Aku hanya ingin patuh dan taat kepada suami.
Aku hanya ingin mengabdi dengan sepenuh ketulusan hati hanya kepadamu. Bukan kepada yang lain.

Aku ingin engkau selalu menasehatiku, membimbingku, menuntunku ke jalan yang diridhaimu. Yang akan membawaku menuju Ridha-Nya.
Menggapai Jannah-Nya.

InsyaAllah.

Popular posts from this blog

KISAH NYATA KEAJAIBAN DAN KEHEBATAN SHOLAT TAHAJUD

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...  Jam menunjukkan angka 4 pagi. Suasana hening. Tak ada yang bergerak kecuali dedaunan pohon yang ditiup oleh angin malam hari. Ujung-ujung dahan merangkul jendela rumahku. Tiba-tiba alarm berbunyi. Khadijah langsung mematikan alarm. Bangun dan bergegas ke kamar mandi. Langkahnya begitu berat karena ia teng ah mengandung 8 bulan. Perutnya semakin membesar dan kakinya membengkak. Mudah lelah, nafasnya berat dan wajahnya pucat, matanya membengkak karena banyak menangis. Ia tetap bangun malam itu, padahal adzan subuh masih satu jam lagi. Khadijah adalah teman dekatku, usia perkawinannya sekitar tiga tahun. Pada saat diberitakan positif hamil, ia dan suaminya sangat girang membayangkan segera dapat menggendong anak pertamanya. Namun pada beberapa bulan usia kehamilannya di saat visit ke dokter spesialis kandungan, setelah mendapatkan pemeriksaan sebagaimana biasa, lalu dokter tersebut mengatakan bahwa bayi yang dikandungnya mengalami...

55 KEUTAMAAN WANITA DALAM ISLAM

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim Point-point dari artikel ini terdapat di dalam kitab Kanzul 'Ummal, Misykah, Riadlush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab, dan lain-lain, checking satu persatu belum dibuat. Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya ... 1. Doa wanita lebih maqbul dari laki-laki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari laki-l aki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : "Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia." 2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang laki-laki yang tidak soleh. 3. Seorang wanita solehah lebih baik dari 70 orang wali. 4. Seorang wanita solehah lebih baik dari 70 laki-laki soleh. 5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya diibaratkan seperti orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya. 6. Barang siapa yang memb...

Kisah Ummu Aiman

Barakah bintu Tsa’labah adalah seorang shahabiyah yang kehidupannya penuh berkah. Ia hidup sepanjang masa kenabian sehingga ia menyaksikan peristiwa-peristiwa pada periode tersebut. Kun-yahnya adalah “Ummu Aiman”, dan ia lebih dikenal dengannya; menjadi pengasuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak beliau masa kecil. Ia wafat sesudah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi w a sallam. Ummu Aiman adalah isteri Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Zaid, ia mendapatkan seorang anak yang menjadi mujahid yang sangat hebat, yang sangat disayangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Usamah bin Zaid. Dari suaminya yang pertama, ia memiliki seorang anak yang gugur sebagai syuhada (yaitu Aiman bin Ubaid Al-Khazraji). Merawat Muhammad yang masih kecil Ummu Aiman mengenal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak beliau kecil sampai diutus menjadi seorang nabi. Dia menemani Aminah binti Wahab, ibunda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, berangka...