9 PENYEBAB SESEORANG MENDAPAT HIDAYAH ALLAH

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 
1. Dia lahir dalam keluarga yang taat beragama ..

Orang ini bernasib baik, karena dia mendapat didikan secara langsung dalam suasana kekeluargaan yang mendidik.

2. Dia yang diberi kesadaran & petunjuk ..

Dari kecil sudah menyukai kebaikan dan kebenaran. Dia terus mencari dan mengamalkan ilmu. Orang semacam ini amat sedikit, maka mereka termasuk orang yang diberikan anugrah.

3. Orang yang didalam perjalanan hidupnya berjumpa golongan/kelompok yang aktif mengamalkan syariat ...

Manakala dilihat kehidupan mereka begitu baik dan berbahagia, lantas mengikuti dan mencontoh golongan tersebut.

4. Orang yang senantiasa mencari kebenaran ...

Mereka orang yang senantiasa membaca, mengkaji, membandingkan, dan melihat berbagai macam ajaran dan ideologi. serta bergaul dengan berbagai golongan tersebut, maka akhirnya dia bertemu dengan kebenaran.

5. Orang yang mendapat pendidikan Agama ...

Mendengar ceramah, menghadiri majlis majlis agama, maka dia akhirnya mendapat petunjuk dari mengaji dan mendengar itu.

6. Orang yang diuji ...

Mungkin setelah kaya jatuh miskin, ditimpa bencana, atau sakit. Maka dia sadar dan insyaf. Lantaran itu dia kembali mendekatkan diri kepada Tuhannya.

7. Orang yang Mendapat Kebenaran ...

Atas izin Allah, dia mengalami perjalanan rohani, seperti melihat didalam mimpi adanya alam barzakh, melihat orang orang di azab, atau dia sendiri yang kena siksa. Bisa juga Allah memperlihatkan kepadanya kekuasaan Allah dengan memperlihatkan kejadian kejadian yang ajaib, setelah itu dia kembali kepada kebenaran dan bertobat.

8. Orang yang sadar setelah kehidupan dunianya serba berkecukupan, tapi didalam jiwanya kacau ...

Mereka mempunyai segalanya, harta, rumah mewah dan lain-lain. Tapi kehidupan keluarga senantiasa porak poranda tidak adanya kasih sayang, dan jiwanya senantiasa sepi atau kosong. Maka dia menjadi sadar, bahwa kemewahan hidup itu tidak menjamin kebahagiaan didunia, apalagi di akhirat.

9. Orang yang mendapat petunjuk karena ada orang shaleh yang senantiasa bertaqwa mendoakannya ...

Sebagaimana Sayidina Umar Al-Khattab mendapat petunjuk karena doa doa Rasulullah SAW.

.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Wallahu a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

MENGGAPAI RIDHA ALLAH DENGAN PUASA

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 
Dari Abu Hurairah ra berkata: bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Allah swt berfirman : ..

“Semua amal anak Adam adalah baginya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu bagi-KU dan AKU sendiri yang akan membalasnya”

Syariat Islam yang mulia ini telah memberikan kelapangan dan kemudahan bagi ummat manusia. Tidaklah Allah swt membebankan suatu kewajiban kepada seseorang melainkan dengan memperhatikan kemampuannya.

Allah swt berfirman: ..

“Tidaklah Allah membebankan kepada seseorang kecuali menurut kemampuannya” (QS. Al Baqarah: 286)

Demikian pula ibadah puasa yang disyari’atkan kepada kita.
Apabila seseorang justru dikhawatirkan tertimpa bahaya dengan melakukan puasa maka dia diperbolehkan bahkan lebih utama untuk tidak berpuasa ketika itu, seperti orang yang sedang sakit dan bepergian jauh.

Allah swt berfirman: ..

” Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al Baqarah: 185)

Puasa Adalah Ibadah ..

Ibadah memiliki pengertian yang amat luas dan jelas yaitu, “Segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah swt, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang nampak maupun yang tersembunyi.”

Dan puasa termasuk di antaranya, puasa adalah amalan yang dicintai Allah swt , buktinya Allah swt mewajibkan puasa kepada hamba-hambaNYA.

Allah swt berfirman : ..

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Ibadah hanya untuk Allah swt semata ...

Allah swt berfirman : ..

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah maka janganlah kamu menyeru disamping Allah sesuatupun” (QS. Al Jin: 18).

Apalah artinya kita berpuasa menahan lapar dan dahaga jika kesyirikan masih melekat dalam hati, ucapan dan amalan.

Ingat firman Allah swt : ..

“Sungguh telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada orang-orang sebelummu. Sungguh jika kamu berbuat syirik niscaya lenyaplah seluruh amalmu dan benar-benar kamu akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

Syarat Diterimanya Ibadah ...

Suatu amalan akan diterima di sisi Allah swt apabila memenuhi dua syarat: ikhlas dan benar.

Allah swt berfirman : ..

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal sholeh dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Rabbnya” (QS. Al Kahfi: 110).

Barangsiapa yang niatnya tidak ikhlas karena Allah swt semata maka ibadahnya tidak diterima.

Rasulullah saw bersabda: Allah swt berfirman: ..

“AKU adalah Dzat yang tidak membutuhkan sekutu, barangsiapa mengerjakan suatu amal yang dicampuri kesyirikan kepada-KU maka AKU tinggalkan dia beserta kesyirikannya itu.’” (HR. Muslim)

Barangsiapa yang beramal tidak sesuai tuntunan Nabi saw maka ibadahnya tidak diterima ....

Rasulullah saw bersabda : ..

“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka tertolak” (HR. Muslim).

Jadi kedua syarat ini harus terpenuhi, apabila salah satu saja tidak terpenuhi maka ibadah itu tidak akan diterima oleh Allah swt.

Tujuan Puasa ...

Tujuan dari puasa bukanlah sekedar mengekang tubuh dalam rangka menahan haus dan lapar serta kesulitan, akan tetapi tujuannya adalah menundukkan jiwa dengan meninggalkan sesuatu yang dicintai demi meraih keridhoan Dzat yang dicintai.

Adapun perkara dicintai yang ditinggalkan adalah makan, minum dan jima’, inilah nafsu syahwat.

Adapun sesuatu yang dicintai yang dicari keridhoan-Nya adalah Allah swt.

Maka kita harus senantiasa menghadirkan niat ini bahwa kita meninggalkan pembatal-pembatal puasa ini demi mencari keridhoan Allah swt semata.

Puasa Menghimpun 3 Macam Sabar ,,,

Puasa adalah ibadah yang paling utama karena ketiga macam sabar terhimpun di dalamnya, yaitu: ..

- Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah swt ..

- Sabar dalam menahan diri dari terjerumus dalam maksiat kepada-NYA ..

- Sabar dalam menghadapi takdir Allah swt yang terasa menyakitkan ..

Juga karena Allah swt menyandarkan ganjaran puasa kepada Diri-NYA sendiri, Allah swt menjanjikan balasan puasa dari sisiNYA. Puasa merupakan rahasia antara Rabb dan hambaNYA, sehingga ia menjadi amanat paling agung yang harus dijaga ....

.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Wallahu a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

. AKU MUSLIM, TAPI NGGAK SHOLAT

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 
Pernah nggak, kita membayang kan saat ibu atau ayah kita memanggil, tapi kita masih aja nggak bergeming atau malah pura-pura nggak denger? Maybe, selanjutnya bakal ada teriakan marah, yang pastinya mampir di telinga kita.

Nah, itu aja baru urusan dengan sesama manusia, trus pernah nggak kepikiran, gimana cerita kalau Allah Sang maha Pemberi hidup, "memanggil" kita buat sholat, tapi kita masih aja ogah-ogahan dan males?

Yups, tapi begitulah kenyataan yang ada sekarang ini. Kebanyakan dari kita meremehkan shalat bahkan melihatnya sebagai beban yang berat banget. saking ogahnya, 1001 alasan pribadi dibawa cuma buat menunda-nunda shalat atau bahkan meng-cancel-nya. Na’udzubillah ...

Parahnya, ada juga yang mendirikan sholat aja nggak, eh malah terang-terangan melecehkan shalat dan menghina orang-orang yang mengerjakannya, tapi kalau ditanya, dia tetap saja mengaku-aku sebagai seorang muslim.

Mereka itu juga nggak habis-habisnya mengkritisi perintah Allah tentang tiang agama ini. Ibarat kata saat mereka diajak kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka malah balik berkata,“Kami mendengar tapi kami menentang!”

Padahal kalau saja mereka sadar, mereka cuma membiarkan diri mereka sendiri untuk didikte sama hawa nafsu, setan dan syahwatnya. Hawa nafsunya itu juga yang menegakkan argumen di hatinya, supaya dia merasa tenang, tapi padahal sebenarnya dia telah terhinakan.

Kalau saja mereka mau jujur sama kebenaran, pun hatinya bakal berkata yang sama, kalau yang namanya Sholat, itu adalah ibadah yang sangat amat penting sekali. Sholat jugalah yang bakal pertama kali Allah pertanyakan ke kita nanti kalo di akhirat. Shalat juga merupakan salah satu rukun Islam yang jadi pembatas seseorang itu mukmin atau kafir.

Nabi SAW bersabda: “Perjanjian yang mengikat antara kami dan mereka adalah mendirikan shalat. Siapa yang meninggalkannya, maka sungguh dia telah kafir” (H.R Muslim)

Selain itu Saking pentingnya,ibadah shalat dalam Islam nggak bakal bisa diganti atau diwakilkan. Cowok atau cewek yang muslim dalam kondisi apapun, sehat ato nggak, aman atau takut, lagi bermukim dan musafir tetep kudu sholat. Kalau nggak bisa berdiri boleh duduk, kalau tidak bisa duduk boleh berbaring, dan seterusnya.Tapi judulnya kudu tetep sholat.

Trus apa sih manfaat sholat? Allah Subhanahu wataala berfirman,

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku."(Qs. Thaha: 14). "(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah, hati menjadi tenang." (Qs. Ar-Ra'du: 28)

Friend, orang hidup pastilah butuh yang namanya ketenangan. Dan dua ayat di atas memberitahukan ke kita kalau soal ketenangan jiwa adalah janji Allah yang sudah pasti bakal diberikan kepada orang yang shalat.

Hati kita bisa merasa tenang banget kalau selalu mengingat dan dzikir kepada Allah. Nah, sarana berdzikir yang paling efektif itu adalah shalat. Tapi tentu saja, bukan sembarang shalat loh. kan perintah Allah tadi adalah menegakkan sholat dan nggak hanya sekedar melaksanakan. Dan dua hal itu, tentu saja beda, Friend.

Kalau kita mendirikan shalat, otomatis ada niat buat perjuangan, keseriusan, kedisiplinan, dan konsentrasi level tinggi. Beda kalau kasusnya cuma sekedar melaksanakan. Kadang kita masih santai, dan nggak perlu serius-serius amat. Yang penting kan udah terlaksana.

Sholat juga adalah nikmat yang sangat besar dari Allah SWT. Allah juga menjanjikan tingkatan surga tertinggi yaitu surga FIRDAUS bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan mendirikan sholat dengan benar. Tapi nggak tahu kenapa ya, dengan imbalan sebesar itu, sebagian besar dari kita masih aja berat plus bandel buat melaksanakannya.

Umar bin Khaththab sering mengingatkan para pemimpin bawahannya, dan rakyatnya betapa pentingnya arti sholat bagi mereka. Bahkan beliau berkata, “Barang siapa menjaga sholatnya, sungguh dia telah menjaga agamanya. Barang siapa yang menyia-nyiakan sholatnya, maka terhadap urusan yang lain selain sholat, ia akan lebih menyia-nyiakan lagi”

Ini baru gambaran kecil kalau para kekasih Allah SWT selalu menganggap sholat itu primer banget di mata mereka.

Maka, belajar dari keteladanan mereka, malu banget dunk kalau kita bilang "aku muslim, tapi nggak sholat". Lagi pula, Friend ... bukankah Allah memberikan jatah waktu 24 jam ke kita selama 1 hari. Dan itu nggak sebentar kan, so kenapa kita nggak mau memberikan walau cuma 20 menit saja buat "laporan" dan mengingat Allah sebagai bentuk rasa trimakasih kita kepadaNya?

Atau jangan-jangan kita memang termasuk orang-orang yang nggak pandai bersyukur dan berterimakasih? jawabnya, kembali kepada diri kita masing-masing ....

.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Wallahu a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

TAK MENCARI YANG TAMPAN WAJAHNY



Aku tak mencari seorang suami yang tampan wajahnya. Atau yang tegap badannya.

Aku juga tak mencari seorang suami yang kaya harta. Atau yang punya rumah mewah dan mobil banyak.

Aku hanya mencari seorang laki-laki yang benar-benar telah siap menjadi Imamku.

Ya... Hanya mencari seorang Imam.

Yang dapat membimbingku dalam urusan Dunia dan Akhirat.

Yang dapat menuntunku ke arah yang benar.

Yang bisa mengingatkanku ketika aku lalai dalam melaksanakan dan menjalankan perintah-Nya.

Yang bisa menyadarkanku ketika aku berbuat khilaf.

Yang bisa meluruskan akalku dengan penuh kelembutan.

Yang bisa menegurku ketika aku alpa pada tanggung jawab dan kewajibanku
sebagai seorang Isteri yang wajib taat pada suami dan Rabb-Nya.

Yang bisa memaafkanku dengan ikhlas atas segalan salah dan khilafku.

Agar kelak keluarga yang aku bina bersama dia menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.

waktu

4 jam akhirat = 1000 tahun dunia.
3 jam akhirat = 125 tahun dunia.
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun dunia.

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja.

Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS 35 : 15 dan QS 4 : 170).

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah (QS 74 : 7, QS 52 : 48 dan QS 39 :10).

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnahNya (QS 12 : 53 dan QS 33 : 38).

"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah (QS 9 : 72, QS 98 : 8 dan QS 4 : 114).

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti
(QS 59 : 18, QS 42 : 20, QS 3 : 148 dan QS 28 : 77).

"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui" (QS 23 : 114)

SIAPAKAH ORANG YANG BENAR-BENAR MENCINTAI


Seseorang yang benar² mencintai Kita itu...

✓ Bukanlah dia yang selalu bilang I LOVE YOU kepada Kita.
✓ Bukanlah dia yang selalu berkata mesra di hadapan Kita.
✓ Bukanlah dia yang selalu mengatakan seberapa besar dia mencintai Kita.

Akan tetapi...

☑ Dia yang selalu mengkhawatirkan­­keadaan Kita.
☑ Dia yang selalu ingin tahu kabar Kita.
☑ Dia yang selalu ingin membuat Kita bahagia.
☑ Dia yang selalu mengerti perasaan Kita tanpa harus diminta.
☑ Dia yang tak pernah menuntut cinta Kita untuk diperlihatkannya.
☑ Dia yang tak pernah ingin membuat Kita menangis karena ulahnya.
☑ Dia yang selalu menghargai dan memuliakan Kita.

☑ Karena dia tahu bahwa ketulusan cinta itu tidak perlu diperlihatkan di depan orang banyak agar mereka tahu bahwa Kita adalah satu²nya cintanya.

☑ Melainkan bagaimana dia mampu membuktikan seperti apa dia mampu untuk selalu setia dan melindungi kita serta bertanggung jawab untuk menghalalkan Kita.

☑ Bukan hanya sekedar cinta di mulut saja.
☑ Dan bukan cinta pelampiasan nafsu belaka

LELAKI ITU



Suka menyimpan berbagai masalah di dalam hati. Lelaki lebih memilih bermain dengan pikirannya.

Diam adalah cara lelaki untuk meraba jalan keluar suatu masalah. Masalah yang datang menerjang adalah makanan sehari-hari yang kudu, musti, harus dan wajib ditaklukkan, diendapkan dalam sikap kedewasaannya dan diuraikan dengan kemampuan nalarnya.

Air mata lelaki itu sangat mahal. Tidak mudah menetes manakala bingung mengepung. Tidak mudah menetes manakala panik mencekik.

Tapi mungkin justru akan menetes pelan saat menghamba dalam kerinduan. Menyepi dalam kepasrahan. Bertobat akan jutaan kesalahan yang pernah dilakukannya.

Lelaki itu tangguh dan hebat. Namun di balik lelaki yang hebat ada perempuan yang hebat pula.

PACARMU ITU BUKAN ISTERIMU ATAU SUAMIMU

Maaf Ya mbak-mbak.
Maaf Ya mas-mas.
Hanya mau ngingetin saja!
Untuk kalian yang masih ingin PACARAN.

PACARMU itu bukan SUAMIMU.
PACARMU itu bukan ISTERIMU.

PACAR itu bisa datang dan pergi semaunya.
PACAR itu lebih banyak meninggalakan luka.
PACAR itu sering membuat hati kecewa.

Jadi..

Jangan mau kalau ada yang masih mau ngajak pacaran.
Terlalu besar akibatnya.
Sebelum ditepa sebuah penyesalan yang tak tersembuhkan.

Kalau belum siap nikah.
Mending puasa saja.
Biar nafsu bisa dikalahkan.

Kalau sudah siap menikah.
Lebih baik langsung menikah saja.
Baru setelah itu pacaran.

Yakin deh bakal dapat pahala.
Yakin deh bakal lebih indah.
Terhindar dari fitnah.
Hidup menjadi barokah.

Insya ALLAH